
Facebook telah mematikan account profil “Isle of Man” atau dalam bahasa Indonesianya “Pulau Laki-laki”. Isle of Man dengan lambang bendera tiga kaki yang menjadi satu tersebut juga hampir memiliki makna yang sama dengan group Ku Klux Klan (KKK) di Facebook. Namun, pendiri Isle of Man masih merupakan orang yang sensitive dan bebas dari orang luar. Untuk itu, nama Isle of Man kemudian berubah menjadi Isle of Man KKK.
Menurut CNET, diketahui sebanyak 96 persen dari populasi 76,000 member yang sign up untuk group tersebut, telah memiliki pikiran yang mendalam soal perbedaan gender ini. Salah satu member group yang mengaku berada di pulau Irish Sea, Irlandia ini memberikan pesan dalam group tersebut, seperti “Damn blacks and indians (sic), coming over here taking our jobs - who the **** do they think they are?”. Bahkan menurut surat kabar harian local, The Isle of Man Today, disebutkan sebanyak 33 member KKK masih berstatus siswa di Ballakarmeen High School (BHS).
Walaupun begitu, pihak guru kepala Ballakarmeen High School, Paul Kane, tidak percaya jika siswanya ikut dalam grup rasisme tersebut. Bahkan, mereka juga memperingatkan Facebook untuk menutup akses group Isle of Man KKK tersebut. Lalu setelah salah satu siswa BHS meninggalkan pesan dalam group yakni “racist and immature”, maka kemudian salah seorang siswa dari King Williams College menimpali dengan kata-kata, “I'm not paticularly (sic) immature, but I am slightly racist”.
“Kami sangat menentang adanya tindakan rasisme di sekolah ini, dan masyarakat tidak perlu meragukan kebijakan sekolah ini.” tandas Kane.(h_n)