Lain Samsung, lain Motorola. Samsung yang dikabarkan telah naik menduduki posisi kedua perusahaan handset terbaik di dunia, di bawah posisi Nokia, kini Motorola justru harus mengalami kejatuhan. Pada Kamis (30/4) lalu, Motorola terus menerus mengalami kejatuhan dan penurunan tajam atas penjualan handset di kuarter pertama tahun 2009 kemarin.


Namun, co-CEO Motorola, Sanjay Jha, yang juga bertindak sebagai pimpinan unit device mobile Motorola, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk memberikan device berbasis Android yang berbeda di musim liburan kuarter keempat tahun ini. Hal ini dilakukan terutama setelah Motorola hanya mendapat hasil penjualan handset sebanyak 14.7 juta unit di kuarter pertama, turun 23 persen dari kuarter sebelumnya.

Selain penjualan handset Motorola mengalami penurunan, di divisi lain juga mengalami hal yang sama. Semua penurunan diklaim Motorola sebagai akibat dari kondisi ekonomi yang sulit, dengan terjadinya 11% penurunan di divisi mobile enterprise, dan 16% di bagian mobilitas rumah dan jaringan. Menurut Motorola, kedua unit tersebut merupakan unit solusi mobile broadband, yang sesungguhnya bisa menguntungkan.

“Bisnis solusi mobile broadband kami telah memberikan value besar untuk customer. Untuk itu, kami akan tetap memberikan kedisiplinan financial untuk menentukan investasi di masa depan.” ungkap said Greg Brown, kepala divisi mobile broadband.(h_n)